We Are VRCI, We Are Reyog Squad

The Real BROTHERHOOD..We Are Young We Are Best..

Waktu Masih Muda

Berawal dari 4 orang inilah kemudian VRCI Ponorogo semakin mengepakkan sayapnya di dunia otomotif(Bikers).

Boncenger Rider VRCI Ponorogo

Tanpa mereka kebahagiaan kita terasa kurang. Merekalah yang selalu mensupport kita ketika touring ataupun Kopdar. Mereka juga yang selalu mendoakan kita ketika kita sedang berjalan diatas 80 kpj.

Awal sebuah Kreatifitas

Inilah Kuda Besi kami..Ketika masih belum terjamah dengan Aksesoris. Tapi inilah awal dari Kreatifitas kami untuk memodifikasi namun tetap dalam kaidah "Safety Riding" sehingga membuat kita nyaman berkendara dalam keseharian serta selamat dalam mengendarai Kuda Besi kami.

KOPSAN (Kopi Santai)

Agenda Rutin kita, KOPSAN (Kopi Santai) adalah Waktu Santai kita sekalian Forum ngobrol-ngobrol sak katek'e.

Rabu, 15 Oktober 2014

MUSDA I VRCI Jawa Timur

Tanggal 11 Oktober 2014 kemarin adalah hari untuk VRCI yang ada di wilayah Jawa Timur. Karena sudah jauh hari di Sounding untuk mengadakan MUSDA (Musyawarah Daerah) kesatu yang diadakan di Bojonegorogo Jawa Timur.

MUSDA dihadiri dari beberapa Region VRCI yang ada di Wilayah Jawa Timur. Dari Ponorogo, Ngawi, Madiun, Surabaya, dan tuan rumah Bojonegoro sendiri. Dan tak lupa juga dihadiri oleh Waketumnas VRCI pusat Mohammad Ismail.

MUSDA diadakaan pada pukul 23.00 WIB  untuk menentukan Pengurus Daerah Jawa Timur dan untuk menentukan Gubernur VRCI Jawa Timur. Yang nantinya untuk memudahkan Pengurus Pusat mengontrol region-region yang ada di Provinsi/wilayah yang tersebar di Indonesia. Selain itu di MUSDA I ini diambil kesepakatan dengan tidak adanya KORWIL Region namun diganti/diturunkan langsung kepada KETUA REGION.

Pemilihan Pengurus Daerah dilaksanakan dengan sistem votting, diambil dari suara yang terbanyak. Kandidat-kandidat untuk dipilih menjadi Gubernur adalah
1. Yoyok Kristoro (Surabaya)
2. Paulus Eko (Bojonegoro)
3. Shofiyurrohman (Ngawi)

4. Much, Eka (Ponorogo)
5. Ikhwan (Madiun)


Setalah diambil votting dari peserta MUSDA sekitar 30 orang yang hadir di malam itu, maka telah terpilih Pengurus Daerah VRCI Jawa Timur.

- Gubernur                  : Paulus Eko (Bojonegoro)
- Wakil Gubernur       : Yoyok Kristoro (Surabaya)
- Sekretaris Daerah    : Much. Eka (Ponorogo)
- Bendahara  Daerah  : Shofiyurrohman (Ngawi)

Keputusan dari pemilihan Pengurus Daerha itu disaksikan oleh Wakil Presiden VRCI Nasional Mohammad Ismail,  dan telah disepakati oleh peserta MUSDA 1 VRCI Jawa Timur



JAJARAN PENGURUS DAERAH VRCI JATIM
DARI KIRI : WAGUB-GUBERNUR-BENDAHARA-SEKDA

Minggu, 14 September 2014

Wisata RELIGI Kab. Ponorogo "Masjid TegalSari"

Masjid Tegalsari adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan sekitar abad ke-18. Masjid ini terletak di desa Tegalsari kecamatan Jetis kabupaten Ponorogo. Masjid ini merupakan peninggalan Kyai Ageng Hasan Besari, seorang ulama besar yang hidup sekitar tahun 1742 pada zaman pemerintahan Pakubuwono II. Di dalam masjid tersimpan kitab yang berumur antara 150-170 tahun yang ditulis oleh Ronggo Warsito. Komplek masjid ini sekarang menjadi tujuan wisata religius di Kabupaten Ponorogo.

Masjid Tegalsari merupakan pusat penyiaran agama Islam terbesar di wilayah Kabupaten Ponorogo pada masa itu. Di masjid itu pula didirikan Pesantren Tegalsari yang amat tersohor dan mempunyai ribuan santri, berasal dari seluruh tanah Jawa dan sekitarnya. Di antara santri-santrinya yang terkenal adalah Raden Ngabehi Ronggowarsito seorang Pujangga Jawa yang masyhur dan tokoh Pergerakan Nasional H.O.S. Cokroaminoto.


SEJARAH MASJID TEGALSARI



Masjid Tegalsari diperkirakan dibangun sekitar pertengahan abad ke-18 oleh Kyai Ageng Hasan Besari. Pada awalnya ukuran masjid itu masih relatif kecil. Bangunan masjid diperluas lagi oleh cucu Kyai Ageng Hasan Besari, yaitu Kyai Kasan Besari agar menampung jumlah jamaah yang lebih banyak. Kyai inilah yang berhasil mengislamkan masyarakat Ponorogo sampai lereng Gunung Lawu.

Menurut cerita dari masyarakat setempat, pembangunan masjid ini diwarnai dengan sedikit masalah. Konon, tiang yang terbuat dari kayu jati tidak dapat berdiri tegak. Dengan kesaktian yang dimiliki Kiai Kasan Besari, kayu itupun ditampar. Aneh, tiba-tiba kayu itu berdiri yang akhirnya menjadi tiang utama dari Masjid Tegalsari.

Rupanya masalah tak kunjung usai. Salah satu tiang masjid yang berada di pojok tidak dapat ditancapkan ke tiang yang lain. Pasalnya, tiang itu kurang tajam ujungnya. Lagi-lagi dengan kesaktian yang dimiliki Kyai Kasan Besari memijat kayu itu hingga ujung tiang menjadi lancip. Alhasil, tiang itupun dapat ditancapkan lagi ke tiang utama tanpa memakai paku.







ARSITEKTUR MASJIR TEGAL SARI

Masjid ini berarsitektur jawa dan memliki 36 tiang dan atap berbentuk kerucut. Jumlah tiang mengandung arti jumlah wali/wali songo (3+6=9) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa dan atap berbentuk kerucut mengambarkan keagungan Allah swt.


Komplek Masjid Tegalsari terdiri dari tiga bagian yaitu:
1.  Dalem Gede: kerajaan kecil yang dulunya merupakan pusat pemerintahan
2.  Sebuah masjid dan,
3.  Komplek makam Kyai Ageng Hasan Besari



Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Tegalsari

Minggu, 07 September 2014

Wisata Telaga Ngebel Ponorogo

Hai Guys...
salam Brotherhood buat all bikers, all club & community...

Salam Jabat erat peluk hangat dari VRCI Ponorogo.

Kali ini kami akan memperkenalkan obyek wisata yang WAJIB dikunjungi jika kalian ke Ponorogo. Obywk wisata ini merupakan obyek wisata unggulan Pemerintahan Kabupaten Ponorogo.


TELAGA NGEBEL namanya..
apasih Telaga Ngebel itu...??
dimana sih tempatnya..???
bagaimana sih Legenda Telaga Ngebel ituu...???

Jawabannya ada disini Duluuuur.....


TENTANG TELAGA NGEBEL

Telaga Ngebel adalah sebuah danau alami yang terletak di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kecamatan Ngebel sendiri terletak di kaki gunung Wilis. Jarak yang ditempuh untuk menuju Telaga Ngebel sekitar 30 KM dari pusat kota Ponorogo atau yang terkenal dengan nama Kota Reog ini. Keliling dari Telaga Ngebel sekitar 5 KM. Dengan suhu antara 20 - 26 derajat celcius, suhu dingin nan sejuk membuat pengunjung makin nyaman mengunjungi Telaga Ngebel. Selain Reog, Telaga Ngebel merupakan salah satu andalan wisata yang dimiliki Kabupaten Ponorogo. Pemasok air bagi Telaga Ngebel terdiri dari berbagai sumber. Sumber air yang cukup deras berasal dari Kanal Santen. Selain itu, juga terdapat sungai yang mengalirinya, dimana dibagian hulu sungai terdapat air terjun yang diberi nama Air Terjun Toyomarto.


LEGENDA TELAGA NGEBEL

Telaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.

Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut secara ajaib menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.

Sang bocah kemudian menancapkan lidi di tanah, versi yang lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi.

Namun tidak ada yang berhasil mencabutnya. Bocah ajaib itulah yang berhasil mencabutnya. Dari lubang bekas ditancapkannya lidi atau centong tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah Telaga. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel, artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.

Legenda Telaga Ngebel ini konon terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Telaga_Ngebel

Rabu, 20 Agustus 2014

Tips Berkendara di Malam Hari

Mengemudi malam hari jelas harus punya kiat tersendiri. Sebab, kondisi malam hari amat berbeda dengan tatkala mengemudi di siang hari. Indera pengelihatan harus bekerja berat karena intensitas cahaya amat kurang.

Apalagi bila sepanjang perjalanan yang dilalui tak ada lampu penerang jalan sehingga suasana jadi gelap gulita. Mata bisa cepat merasa lelah. Apalagi bagi mereka yang sulit berorientasi dalam kegelapan. Penglihatan kian diperparah dengan serangan lampu kendaraan yang menyilaukan dari arah berlawanan dalam sepersekian detik.

Nah untuk mengurangi gempuran gempuran sinar dari arah depan ada beberapa kiat sebagai berikut :

  1. Sebaiknya hindari langsung bertatapan dengan lingkaran cahaya lampu. Kalau pun terpaksa, berkediplah untuk mengurangi silau. Sebaiknya menatap ke samping atau mengarahkan pandangan lurus ke depan mobil yang dikemudikan.
  2. Setelah kendaraan dari depan berlalu, usahakan mata cepat beradaptasi dengan berkedip beberapa kali. Dalam upaya ini pengemudi harus ekstra waspada dan konsentrasi penuh. Selanjutnya, jika tak terlihat lagi mobil yang lewat dari depan, gunakan high beam (lampu jauh) untuk membantu pengelihatan dari jarak jauh (dengan catatan didepan tidak ada mobil lain sehingga tidak menimbulkan silau pengemudi lain ).
  3.  Jika ada mobil dari arah depan, matikan lampu jauh dan pasang lampu dekat. Saat ingin menikung, gunakan lampu jauh dan jika siang hari bunyikan klakson untuk memberi isyarat. Juga ketika keadaan jalan yang menanjak. 
  4. Kiat lain adalah memanfaatkan penuntun di tepi jalan. Misalnya bahu jalan, rambu dan sebagainya. Anda juga bisa menggunakan kacamata khusus untuk mengemudi malam hari dan istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan. 
  5. Dan yg perlu diwaspadai juga adalah : -ngantuk. -sikap meremehkan situasi lalu lintas yg relatif kosong.
 Kalo ngantuk..mendingan gak usah jalan deh, kalo perlu berenti, cari tempat ngopi..ngopi dulu dah.....

 Apalagi tengah malam.. situasi jalan dan lalu lintas, relatif memang lebih kosong tapi jangan meremehkan situasi itu tetep jaga konsentrasi malah saat situasi seperti itu.. kita akan gampang terkaget bila tiba2 ada situasi dan kondisi yg memerlukan reaksi cepat.

 Keep rolling brotherhood and always safely ridding..!!


Sumber: http://zoo-comunity.tripod.com/t3.htm

Selasa, 19 Agustus 2014

Bahaya Mengantuk sambil Berkendara

Pernah dengar kasus tubrukan antara angkot dan minibus travel di Padang Pariman, Sumatera Barat? Kecelakaan pada Selasa (15/1/2013) itu menewaskan delapan orang dan belasan korban luka-luka. Pemicu kecelakaan diduga karena sopir mobil travel mengantuk.

Atau, kecelakaan yang menimpa penyanyi anggota boyband SM*SH, Morgan, pada Kamis (24/1/2013). Beruntung, Morgan yang mengendarai mobil Honda CRV B 666 MG hanya menabrak tiang rambu penunjuk jalan. Dia tidak cedera serius.

Kedua kasus kecelakaan itu diduga akibat pengendara keletihan dan mengantuk. Buntutnya, konsentrasi menjadi buyar dan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Tak heran jika kita kerap melihat seruan, “Nyopir jangan ngantuk, ngantuk jangan nyopir” di jalan bebas hambatan.
Berkendara sambil mengantuk beresiko tinggi. “Mengantuk sulit berkonsentrasi pada jalan,” ujar dokter Andreas Prasadja yang bekerja di RS Mitra Kebayoran, Jakarta. Sulit berkonsentrasi merupakan salah satu tanda-tanda rasa kantuk yang membahayakan. Tanda-tanda lain, kata Andreas, mulai mengerjapkan mata berulang kali, mulai keluar jalur, dan mengendara dengan menyandarkan kepala. Selain itu, seolah melamun dan melupakan perjalanan selama 10-15 menit yang telah lewat. “Merasa lelah, mudah tersinggung dan agresif,” tambah dia. Tak heran jika mengantuk merupakan salah satu pemicu kecelakaan di faktor manusia.

Sebagaimana sering diinformasikan, factor kecelakaan mencakup factor manusia, jalan, kendaraan, dan alam. Nah, di dalam faktor manusia itu ada aspek mengantuk. Pada 2011, lebih dari 109 ribu kasus kecelakaan di jalan raya di Indonesia dan menyebabkan korban tewas lebih dari 31 ribu jiwa.

Faktor pemicu utama kecelakaan lalu lintas jalan pada 2011 adalah faktor manusia, yakni 53,20%. Dari total faktor manusia, mengantuk menyumbang sekitas 0,52%.

Lantas bagaimana menghilangkan rasa kantuk? Resep yang diberikan dokter Andreas untuk mencegah rasa kantuk terdiri atas; mencukupi kebutuhan tidur setiap hari yakni berkisar 7-9 jam sehari. Lalu, tak perlu terburu-buru di jalan. Untuk perjalanan jarak jauh, usahakan ada teman untuk diajak berbincang atau bahkan bergantian berkendara. Selain itu, beristirahatlah setiap dua jam sekali. Jika mengantuk, berhenti sejenak, minum kopi atau minuman penembah energy, lalu tidur 20-30 menit. Setelah bangun baru lanjutkan perjalanan. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah rasa mengantuk akan hadir saat kita beraktifitas monoton atau membosankan. Misalnya saja berkendara di jalan lurus yang lapang, itu merupakan aktivitas yang monoton.

Ngomong-ngomong, dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yakni pasal 106 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Penjelasan mengenai “penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengn penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televsi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Ternyata, ada sanksinya loh. Simak saja pasal 283 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengkibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu..



Sumber: http://satuhatikaltim.com/read/2014/08/19/5635/WASPADA-BAHAYA-MENGANTUK-SAMBIL-BERKENDARA